Usah lagi mendua,

Selalu ada renyah tawa yg berderai setiap kehadiranmu,
menghadirkan senyuman dan menghapus lara.
kau tak pernah lelah membawa sejuta keriangan,
kau selalu ada setiap tetesan air mata,
menghapusnya tanpa ku bersusah payah.

terakhir kulihat kau masih mengulum senyuman,
mendekap sebongkah rindu didadamu untukku.
terakhir masih kutemukan barisan puisi cintamu,
menungguku ditikungan saat senja.

Sebelum rasaku membeku,
entah mengapa ada ngilu bermain disetiap sekat dinding hati,
membayangkan paras ayunya menahan tangis,
membayangkan pelukanmu untuknya tak sehangat biasanya.
membayangkan matamu menyimpan bayanganku saat menatapnya.

Ku lepaskan setiap kepingan rasa,
sudahlah….
takkan lagi ku membuatmu mendua

#30harimenulispuisi #day23 tema : Cinta dan perselingkuhan

Advertisements

Your eyes

Bagaimana mungkin sesosok kamu begitu nyata tergambar dikepalaku.
sampai hari ini aku masih mencari tahu,
bagaimana matamu didetik pertama membiusku,
membawaku jauh,
mengobrak-abrik sekian ketenangan menjadi rindu yg bertalu.

Tatapan matahariku,…
mungkin ini rindu,
mungkin juga rasa yg jauh lebih istimewa,
atau kekaguman semata,
pada binar indah nan tajam yang terbingkai begitu sempurna di wajahmu.

#30harimenulispuisi day22 tema: Mata

angin memupuskan segala…

Kepada angin yang menerbangkan berita luka,
pada setangkup jemari yang penuh air mata.
Ini bukan hanya soal segala,
ini kisah seruang hati yang tak berpenghuni,
tentang kasih yang tak mengisi,
tentang janji yang tak pasti.

Kepada angin yang menderu rindu,
meluluhkan pilu.
hingga aliran kecil luruh dikedua kelopakku,
pada pujangga yang membingkai lagu,
aku kelu dan memilih tuk berlalu.

Kepada angin yang menghembuskan semilir,
sekian cerita kupupus dan berakhir,
cukuplah pujangga meremukkan rasa,
usah menghamba setelah sekian luka.
Aku terbang bersama angin,
takkan kembali…takkan mencari….

#30harimenulispuisi tema: Angin dan pupus

Asa di matamu

Menemukan mu kembali ditemaram langitmu,
menemukan bingkai asaku yang terkubur waktu.
menjaring sekelumit kisah keterpisahan,
menjalinnya kembali menjadi simpul asaku padamu.

Dipendar matamu asaku menjadi doa….

Wanita berselubung kabut,
tidakkah jalanku menemukanmu terlalu liku,
mengapa tidak kau raih jemariku,
lalu kita saling membalut luka…

Ucapkan apa saja,duhai wanita…
jangan membiarkan aku hanya bergantung pada pendar matamu,
pada asa yang membias redup disana.

#30harimenulispuisi #day 14 ‘harapan’

Jarak

Angin dingin dipenghujung tahun,
menggigilkan ringkih tubuhmu…

Engkau tetap tak bergeming,
diam ditempatmu tanpa suara…

menutup rapat semua pintu dan jendela,
menghalau semilir kesejukan dan mengabaikan harapan.

Aku berdiri disepanjang perjalanan kita,diam…
tak mampu sedikit membuka celah dari ketertutupan gerbang jiwamu.

Jangan membuatku menunggu terlalu lama,
angin dingin ini mulai membekukan raga dan rasaku.

Tidakkah kau ingin membuka tabir,
penghalang kau dan aku.

Penghuni garbaku,…
ungkapkan apa yg mengendap di bilik kalbumu.
Jujurlah sebelum aku lelah dan menyerah…..

#30harimenulispuisi #day13 tema ‘ kejujuran ‘