Satu sisi

Kadang kala aku berpikir bahwa kau dan aku pernah menjadi kita hanya seperti drama dalam sebuah mimpi yg begitu nyata.Kau begitu nyata kusentuh,kudekap,dan aromamu masih tertinggal diujung penciumanku.

Lalu ketika kuterjaga kau tak lagi ada dan aku merasakan kekosongan yang luar biasa.

Tak ada yang salah,kau hanya sejenak hadir ketika sesaat aku menghadirkan embun dihatimu yg resah. Sialnya aku dalam kemarau yang panjang,bahkan rintik hujan tak sanggup menghilangkan dahagaku. jangan tanya sebesar apa kerinduanku padamu !

Aku kini menyadari kegagalanku menjadi seseorang sekokoh yang mereka bayangkan tentang aku, pun mengecewakanmu yang harus melupakanmu dengan mudah karena bagimu rasa itu sebatas omong kosong lalu hilangkan jika hanya menyusahkan.

Maaf ini bukan soal teori aku cinta… kau cinta, kau ingin berpisah… aku juga, lalu selesai…!

Aku tahu aku tak kunjung usai merenovasi sekian kerusakan dalam hatiku karena telah berani jatuh cinta pada sesuatu yang bukan untukku, aku tahu hati ku tak cukup mampu bertahan untuk tidak merindukanmu. Tapi aku tahu…aku mampu untuk hidup tanpamu, karena cinta adalah keniscayaan…cinta adalah memiliki,jika tidak…aku harap cintaku menguap bersama laju waktu. jika kini tak kunjung waktu berdamai denganku…aku akan menunggu sampai ujungku,melupakamu dibatas akhirku.

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: