Nabi CiNta

Nabi aku masih disini,nabi ini tak bermata,
mendorong pintu hatiku dan duduk disudut sana.
meraba dalam dan luasnya hati,
aku tak mampu mengatakan apa-apa.
nabi ini,dari mana ?
Tuhan tak kau sampaikan beritaMu.
aku tak mungkin menolak tamu dariMu,
aku pernah mengenalnya.
saat perpisahan yg menyakitkan,
saat kesabaranku pahit kering tanpa air.
ku rasakan sakit saat dia pergi,
dan aku kenal dia,mungkin…disini…
diantara bayangan dan ragaku.
dia masih tanpa berkata apapun.

Dia tersenyum indah….
tersenyum saat kupejamkan mata,
saat ku lelah,saat hatiku sepi.
Nabimu mengikuti dan mendendangkan lagu jiwa.
menutupi rahasia luka yang pernah bertahta.
berapa banyak bunga yang tumbuh tanpa aroma…saat itu.
Saat dia belum datang,datang dan mencoba meraba isi hatiku.
nabi ini masih saja disini…
dia tak mendengar aku,dia tak melihatku.
Namun dia memberikan gumpalan awan yg menjatuhkan mutiara dihatiku.

Tuhan,….
Siapa nabi ini ?
wahyu yg Kau sampaikan menelanjangiku.
aku tak mampu mengusirnya.
bagaimana….bahkan dia tak melihatku.
bahkan dia tak mendengarku.
dia hanya duduk manis,
dan terkadang…entahlah…
dia hanya duduk manis bertapa disudut jiwa ini.
” Dialah nabiku,nabi cintaku untukmu,Dialah nabiku,nabi kasihku untuk menemanimu,Dialah nabiku,nabi yang takkan bisa kamu hindari…itu kuasaku “


Advertisements

Sekedarnya saja

Kukasihi engkau sekedarnya saja,
bahkan takkan mungkin kupaksakan menggenggammu.
Karena kau laksana pasir,
yang kan berderai,luruh dari sela jemari,
ketika genggamanku merengkuh rapuhmu.

Ya,…
sesederhana itu,cukup bagiku.
Cukup mencintaimu sejauh mataku memandang,
sejauh kakiku melangkah…