Kau simpan dimana air mata ?



Aku memandanginya sejak beberapa waktu yg lalu,….bahkan kini ku ikuti langkah kakinya disetapak, mungkin berakhir pada sebuah rumah jiwanya.
Sempat ku tertahan ketika langkahnya berhenti di persimpangan,
wanita itu tampak bingung…dan aku ikut termenung.

Wanita berkabut mendung,….
aku melihatnya menitikkan air mata disepanjang jalan,
berulang kali jemari menghapus rintik yang luruh di sudut kerlip itu,
kilaunya membias tertimpa cahaya sore.
Kupastikan itu air mata.

Ketika melewati sebuah kebun,kulihat dia menepi…
duduk perlahan di tanah,memetik mawar berduri,yang durinya melukaimu.
darah menetes menyuburkan tanah merah,
simpul terukir disudut bibir merah jambu.

Tungkai kakinya melemah,
aku pasrah,tak mampu meski menghapus keringat dikeningnya.
Apa saja yang kau rasakan,wanita ?
impian yang terhempas,kesakitan,cinta dalam diam,penghianatan ?
mana yang sungguh melukaimu,
atau nyeri di sekujur garbamu ?

kuhentikan langkah,ketika kau tiba disana….
sesuatu yang kusebut rumah,dan kau menyebutnya tempat ibadah.
Kau berhenti di depan pintu,mengulas bedak dan perona pipimu,
menghadirkan senyuman termanismu,
menghapus lara yg sedari tadi tersirat di matamu. tersenyum….memasuki sebuah pintu.

Dari luar,kudengar suaramu berceloteh riang….
kudengar tawa dan senda gurau bersama bintang dan matahari.
bercerita tentang pelangi,bunga,dan aroma kue.
Aku terpana….
tak percaya,kau simpan dimana air mata,
luka karena duri,dan kelelahan selama perjalanan ?
kau simpan dimana,….
kehampaan,kerinduan,dan kesakitanmu ?

Wanita,….aku pulang !
kuputuskan membiarkanmu didalam.

Advertisements

Sejauh mana…. ?

Sejauh mana aku melangkah,
berjalan di antara garis batas siang dan malam.
sejauh mana aku menepikan hati…
berdamai dengan segala, mencoba seperti mereka.

Sudah kucukupkan merasa,
meski tak kunjung usai,
….mungkin saja tak kan usai,
aku tak perduli,
ada banyak topeng terpajang di segala penjuru etalase.
tinggal kupilih mana yg kan kupasangkan di wajahku…

Sejauh mana,….?
Mungkin sampai kau sekali saja meminta maaf atas luka di sekujur rasaku.