Pada Sebuah Pena*



Langit beranjak menua,kegelapan perlahan menjadi tabir…meski warna kemerahan masih membias di kaki langit,SENJA….
Aku mulai lelah menatap mu.Sejak tadi ketika mentari masih begitu jumawa dengan sinarnya,tidak….mungkin saja sejak kemarin…ketika kutemukan kau begitu tak memperdulikan aku.

Jemarimu terlampau sibuk membuat coretan,meliuk-liuk,berputar,tenggelam dalam tulisan-tulisan,catatan-catatan pada berlembar kertas.

Aku bertanya ” apa yang kau tulis ? kau akan menghabiskan seluruh waktumu juga energi dari penamu ? kau akan membuatnya lelah dan menyerah? “
Dia menatapku…. ” Justru aku sedang mencintai penaku,membuatnya bersamaku,menikmati kebersamaan kami ” Aku menggeleng… ” kelak kau akan membuatnya kering lalu mati “

Tatapannya beralih padaku,meski jemarinya masih mencengkram penanya…tidak,lebih tepat menggenggamnya.Seolah ada jiwa disana…. !
” Jika dia lelah,lalu menyerah bahkan tak bisa lagi menemaniku menulis,tak mampu lagi memindahkan isi hati dan pikiranku menjadi tulisan,aku akan tetap mencintainya…seperti adanya saat dia setia bersamaku” Aku tersenyum miris mendengar ucapannya…. akh ini hanya sebuah pena bukan !

” Kau salah ! dunia mengakui keindahan karya sastra Rumi,Qibran,…bahkan surat-surat inspiratif RA.Kartini dan entah siapa lagi. Sebuah pena yang mengantarkan karya-karya itu tercatat dan terabadikan bahkan dalam sejarah “

Aku terdiam,….dia kembali menenggelamkan diri dalam buku dan tulisan,bersama pena….!
Tanpa sengaja ku baca tulisan terakhirnya malam ini ” Pada sebuah pena,….kuabadikan isi hati dan pikiranku,seolah kau bersamaku* “

# Sekitar 400SM lahir pena yang terbuat dari batang alang-alang untuk menulis di atas kertas papirus. Pena sejenis ini ditemukan di mesir dan Armenia.Setelah itu penabulu angsa muncul pada abad VII,sedangkan pena baja ditemukan pd tahun 1820.Pada tahun 1828 orang mulai mengenal pena baja yang dikenalkan John Mitchell dari Birmingham Inggris.
Tahun 1828 orang mulai pena berkantung tinta yang dibuat oleh orang amerika Lewis Edson Waterman,namun model yang paling memuaskan adalah karya Lazla Biro yang menggunakan tinta kental dan lengket yang menyebabkan tak mudah bocor dan belepotan.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

58 Comments

  1. puisi yang indah mbak… thanks untuk infonya juga… salam kasih…

    Reply
  2. Albertus: sama2 mas,mksh jg udh mampir ya ^^

    Reply
  3. tentu saja aku akan selalu bersama pena, dan semoga dia menjadi pelabuhan terindah atas semua rasaku, rasa yang mungkin tak pernah kuungkap dengan lisan dan perkataan, pena emas 😀

    Reply
  4. mmmmmm………pena memang ladang suatu jiwa untuk menadakan keberadaan nya……………

    Reply
  5. udah jarang pake pena, sekarang lebih sering pakai keyboard hehe…

    Reply
  6. puisinya oke deh, susunan katanya indah…meski aku nggak terlalu ngerti puisi..

    Reply
  7. puisinya bagus 🙂

    Reply
  8. dari pena yang mungil inilah jerman lalu memiliki pabrikan pena terbesar di dunia, menghidupi puluhan ribu pekerjanya.Faber Castell

    Reply
  9. puisi yang terasa dalam. bukti bahwa puisi ini terlahir dari sebuah perenungan yang dalam

    Reply
  10. kapankah aku bisa menulis puisi seperti Mbak Irma…???

    Reply
  11. Mantab mba..Infonya jg ok..Salut dah..

    Reply
  12. Alhamdulillah ane smpt merasakan pake pena.. hehehe..Keren mba puisinya..

    Reply
  13. Jeroooo uy..Mantab mba..

    Reply
  14. Halo Irma,Saya selalu terpesona dengan kata kata yang anda rangkai. WOW!!Kapan saya bisa begitu ya?Salam sukses.multibrand.blogspot.com

    Reply
  15. kenapa pada sebuah pena ya? kenapa gag pada sebuah blog? owwww.. ilang ya puitisnya? xixixi..malam irma.nginep? hihihi..

    Reply
  16. Kalau blogger mungkin tidak lagi menggunakan pena ya, mbak melainkan tuts hhehehhe,,…Hmmm,,,..puisi-puisi manis dan indah selalu membuatku betah di sini. Sambil memandangi 'hotel' yang memuat wajah mbak Senja (header blog) hehehehe…kaburrrrr!!

    Reply
  17. INFONYA MANTAP. PUISINYA MANIS.

    Reply
  18. Puisi yang bagus mbak…Baru tahu kalo pena sudah ada sejak lama…Pena oh penakarena kau dunia tertera

    Reply
  19. wow… membacanya membuat saya seolah sedang berdialog dengan penulisnya. Indah sekali puisi ini…

    Reply
  20. Wah, hebat banget, mbak..ternyata pena juga bisa diskusi ya? hehe..Dengan pena, majulah dunia…

    Reply
  21. Pena…dayung bagi nelayan…senjata bagi petarung..senapan bagi tentara..modal bagi pedagang….heheee….keren ah sista Irma, Pena bisa dijadikan puisi yg enak….

    Reply
  22. aku pribadi prefer ngetik di pc ketimbang pake pena >_<pun, lebih suka pake pensil…ahakakak..kebiasaan di kuliah sering pake pensil

    Reply
  23. Baca tulisan ini aku tringat kata2 yg cukup menggelitik. Kira2 seperti ini:Ada yg bilang, handphone (HP)baginya melebihi kedekatannya pada istri atau suami, krn kemana dia pergi itu hp selalu dia bawa, lengket terus kayak perangko !.gitu juga laptop dg dirinya, bak lepat dg daun. Nah, tulisan ini menambah pengetahuan kita bhw ternyata pena juga gitu…Memang dunia skarang sudah makin banyak diisi sama orang aneh yah…semestinya kan, minimal seimbang lah.. ya nggak? Hayooo..ada yg keberatan nggak? kalo aku sih so pasti sangat keberatan. Semestinya itu benda ya harus no.2 lah..hee….*Btw. aku lebih suka dg pena yg mereknya montblanc loh. Enak aja dipake nya. Bagaimana dg senja??Thanks sdh sharing infonya ttg asal muasal pena. aku juga baru tau tuh… 🙂

    Reply
  24. Sepertinya Sudah Mulai Semangat Untuk Update…..Senangnya Bisa membaca tulisan manis sang senja

    Reply
  25. to all my lovely friend : trima kasih untuk komentarnya ya ^^inspirasi bisa datang dari mana saja bukan ? pun ketika kita sedang bersama sebuah pena,balpoint atau apapun namanya.tentu saja saat menulis postinganku pun aku menggunakan keyboard kompiku namun bukan berarti tidak pernah menggunakan pena.menulis diaryku,aku msh menggunakan pena ^^untuk sobat andrearjuna,trima ksh untuk kmntrnya meskipun aku tdk setuju dgn"Ada yg bilang, handphone (HP)baginya melebihi kedekatannya pada istri atau suami, krn kemana dia pergi itu hp selalu dia bawa, lengket terus kayak perangko !.gitu juga laptop dg dirinya, bak lepat dg daun.Nah, tulisan ini menambah pengetahuan kita bhw ternyata pena" sepertinya aku tdk seperti itu dehhhh….. kalo pena menjadi salah satu benda kesayangan pun sah2 saja bkn,laptop atau appun ! oh ya… untungnya aku tdk harus menggunakan pena bermerk seperti yg km pakai andre ^^btw thanks ya untuk kmtrnya….

    Reply
  26. mmm..jangan pernah berhenti…puisi yg indah

    Reply
  27. Tanpa sengaja ku baca tulisan terakhirnya malam ini " Pada sebuah pena,….kuabadikan isi hati dan pikiranku,seolah kau bersamaku. ………………………………Suka banget dengan kalimat yang diatas.

    Reply
  28. sekarang pena di ganti oleh keyboard yah………dah jarang nulis pake pena

    Reply
  29. waow, puisi ttg pena…keren senja…inspirasi mmg bisa dtg kpn aja…..

    Reply
  30. pena emang bisa lbh tajam dari pedang 😀

    Reply
  31. Puisi yang indah mengantar sebuah sejarah tentang sahabat kita para penulis, pena. hmm menarik mbak, trm kasih ya 🙂

    Reply
  32. Wiwied

     /  May 10, 2010

    ::: pena… ohh pena… satu dari banyak alat dengan cara untuk menuangkan segala bahasa….::: aku suka dan lebih takjub, ketika pena bukan menggoreskan kata…::: aku tahu pena, tak pernah menjadi sosok biasa… ia akan selalu menjadi luar biasa… karena ia berbicara dengan bahasa yang berbeda2…::: pena bisa jadi bahasa perusak, bisa juga menjadi bahasa penyayang, bisa juga menjadi bahasa yang menguatkan…::: pena oh pena,,, satu dari sejuta… satu dari banyak hal… satu dari semua kesukaanku… ^_^::: nice posting, darling… dibalik karya, selalu ada sejarah… benar2 berbobot ^-^v, u inspired me… ^_^::: bingkisan untuk mu,,, ketika persahabatan menjadi ALERGI… ^-^v http://wiedesignarch.blogspot.com/2010/05/setelah-ini-aku-inginkan-sahabat.html

    Reply
  33. kurasa para blogger selalu terjaga untuk menanti tulisan Irma, habis baru kemarin di post, lagi.. lagi… si bontot hadir ^.^pena mengantarkan rasa menjadi penggalan-penggalan dalam "bentuk nyata"apapun merk penanya, apapun makna pena bagi kita semua, semoga apa yang tertoreh dari pena bisa kita pertanggungjawabkaningat apa yang dikatakan seorang "manusia langit" ketika dia melukaiku dengan penanya, "Jadi benar ya… ternyata pena itu lebih tajam dari pedang"Semoga tarian-tarian pedang pena kita (lebay gak sich ^.^) tidak membuat luka bagi pembacanya…amin*Irma kata2 kerennya dr mana sich? kurasa kok tiba2 nemplok gitu hehehe

    Reply
  34. rangkaian kata yang indah diakhiri sejarang pena, sungguh memikat.Bagus, Senja. dan terima kasih infonya

    Reply
  35. Puisinya bagus mbak…Menariknya ada info penting di bawahnya…Mantap..

    Reply
  36. niceblue menyukainyasalam hangat dari blue

    Reply
  37. Malem…Masih tetep ok mba puisinya..Salam Silaturrahmi mba..

    Reply
  38. Halllooo Irm…mampir tengah malam nih…minta izin utk ubek2 puisinya ya…soalnya gi butuh bangetz puisi2 indah buatanmu :)thakz Irm

    Reply
  39. hihihihihimakin dahsyat aja sih tulisannya mbk, Irmahehehehesalam salam salamjangan lupa ya donlot musikalisasi puisi saya yang baru di blog saya ya…hehehehe

    Reply
  40. jaman sekarang pena sudah jarang dipakai, apalagi oleh blogger…keyboard, tuts-tus nya dalam keypad dst…hehehe…

    Reply
  41. ada yg aneh dihttp://www.attayaya.net/2010/05/penampakan-dunia-lain-sisa-amprokan.html

    Reply
  42. Berapa banyak sudah karya indah dari sebuah pena, salam bu

    Reply
  43. tapi keberadaan pena sekarang udah sedikit tergeser dengan keyboard yah :-(Eniwei, puisi yang indah Say 🙂

    Reply
  44. pa kabar nih mbak?hehehe ehm, kok aq udah lama ya nggak pake pulpen??

    Reply
  45. pa kabar nih mbak?hehehe ehm, kok aq udah lama ya nggak pake pulpen??

    Reply
  46. dari goresan sebuah pena, muncullah kebaikan atau keburukan, tapi dari sebuah pena terciptalah mahakarya nice post…thanks, insiratif…

    Reply
  47. peran pengganti pak munir datang mbak melihat dan membaca karya-karya indah disini

    Reply
  48. mengembang amanah dari pak munir bersilaturrahmi ke blog sahabatnya, sekaligus belajar lihat tulisan berbobot seperti di blog ini

    Reply
  49. udh lama gak mampir kesini, pa kbrnya?artikelnya bgs bgt

    Reply
  50. iya, meski sekarang sudah ada komputer buat ngetik, menulis langsung dari pena masing-masing emang gag ada yang ngalahin:)

    Reply
  51. Selamat sore sobatku…..Tulisan yang bagus…..dalam banget jdi bingung mau komentar apa ????……….

    Reply
  52. kesusksesan sebuah pena adalah ketika ia habis digunakan untuk menulis sesuatu yg berguna bagi sang pemiliknya..puisi yg bagus mbak..

    Reply
  53. Greeting from EDSA ^^nice to visit ur blog 🙂

    Reply
  54. bukan jamanya pena lagi sekarang..udah keyboard sama tombol hape…hehehehe…

    Reply
  55. Berkunjung lg neg mba..

    Reply
  56. to all my friend : bener bgt,…jaman pena mngkn sudah berlalu,keyboard,keypad,hp,…tapi pena,balpoint,pulpen atau apapun namanya… tetap memiliki makna yg tak tergantikan.tapi,…beda dong menulis dgn pena,mengukir tulisan kita….thanks smua komentrnya ya

    Reply
  57. saya kalo pelajaran pemrograman malah ndak boleh pake pena =="kalo pake pena nilainya nol 😀

    Reply
  58. Mauren : hehe,..iya ya ?selamat pagi mauren,mksh udh mampir dan koment ya ^_*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: