Biru

Tak semudah itu melepas apa yg sekian waktu mengisi palung hati,
tapi bertahan lebih menyakitkan.

Lelaki ku meninggalkanku,
Jiwaku redup dan malam enggan beranjak.
aku ingin terjaga,
mencari rasa yang pernah begitu melegakan rasa.
Kusingkapi setiap lembar waktu,
alangkah bodohnya aku.

Cinta memang tlah surut meredup dari jiwamu,
sejam tlah berlalu…
aku masih tergugu menahan pilu.
Bawalah segala tentangmu hingga jauh,
seperti angin menerbangkan segala luruh.

Anginmu dulu membiusku,
kini aku terjaga…
kuingat bisikanmu tentang rindu,
kini aku membeku !
Dulu aku mencari penawar kesakitanku,
kau pergi lukaku kian membiru.

Kejarlah,…
bersandinglah dengan putri-putri menawan.
Takkan kau dapati aku,
meski dalam bingkai sajak,
atau cemara dan putik mawar,
kerlip malam hingga langit yang memerah….
Kau takkan melihat cinta tak berbatas,
kabut tlah turun menutupi pandanganmu tentang aku.

Berjalanlah kau seringan angin,
aku tarlalu naif mengartikan sebuah batas.
Kini aku berada sejak semula,
seperti ketika kau menemukanku.
Biru,….

* Menjawab komentar sahabatku yang rindu puisi biru kelabuku.

Fantasy Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Advertisements