" Lembayung Jingga "

Pertemuan yang slalu ku nantikan,Kini sosoknya sudah begitu dekat dihadapanku.Dia masih sama dengan sinar matanya yang tajam meski teduh…rambutnya yang segelap malam,dan tubuhnya yang semampai.
Aroma kenangan melingkupi atmosfer ku saat ini,aku seolah berjalan melintasi lorong waktu yang sangat panjang.Hingga menemukan dirinya dalam bingkai kenangan dan mengendap di kedalaman jiwaku.

Ada haru dan terkejut yang kubaca disinar matanya meski tampak tanpa ekspresi saat kugenggam jemarinya untuk berjabat tangan,jika dia peka…dia akan melihat betapa kerinduan jelas terpancar dari mataku.
Akh,..aku tak ingin menutupi betapa aku merindukannya.
Kini dia menjelma menjadi wanita istimewa,…dulu dia adalah gadisku !

” aku sudah menikah,dan hidup berbahagia… ” dia tersenyum,menceritakan keluarga kecilnya yang manis.
” aku juga sudah menikah dan tentu saja berbahagia dengan istri dan anakku ” aku memandangnya,berharap sedikit saja ada binar rindu disana.
Masih jelas air matanya membayang dipelupuk indah nya,ketika aku memutuskan melepaskannya,karena bagi keluarganya aku tidaklah cukup pantas untuk mendampingi seorang Jingga.Sebelum aku meninggalkan kota ini dan meninggalkannya tanpa secuil pun kabar.

Masihkah namaku tersimpan disudut hatinya,meski disebuah ruang terkecil disana.Aku pejamkan mataku…mengingat betapa dulu dia tanpa sungkan bergelayut manja dibahuku dan merajuk jika kugoda.
Jinggaku,…yang kepadanya pernah kutitipkan sebentuk hati dan kesetiaan,kuingkari karena tak jua mendapat restu dan kerelaan.Karena ingin melihatnya bahagia,…meski akhirnya menumbuhkan kebencian dihati jingga yang sekilas kutangkap dibinar matanya saat ini.

Pertemuan kami tampak tidak disengaja,meskipun aku harus membujuk salah seorang sahabatnya yang sekaligus temanku untuk mencari tahu tempat kerja atau tempat dimana dia biasa menghabiskan waktu senggangnya. Disini,…aku menemukannya tengah asyik membaca sebuah buku. Aku memandanginya hampir satu jam sebelum memberanikan diri mendekatinya.

Aku tak mampu mencegah saat jingga pamit dan meninggalkanku yang terus menerus menatapnya hingga bayangannya hilang di tikungan jalan.
Alangkah beku hatinya,… tapi aku lega,aku sudah meminta maaf dan melihatnya bahagia,itu sudah lebih dari cukup.

Sayang aku harus membohonginya,…tidak ada seorang istri dan anak-anak yg membuatku bahagia jingga,namamu masih menetap disini. Didalam hatiku yang terdalam…
Aku memaksa menemuimu untuk yang terakhir kalinya,esok aku akan pergi…kebenua lain dan aku harap disana aku akan menetap agar bisa melupakanmu atau mengenangmu selamanya.

* Seorang wanita terduduk disebuah sudut taman,mendekap dadanya dan menahan tangis.

” dasar bodoh,…bagaimana mungkin aku menikah dan berbahagia? karena aku tak pernah bisa melupakanmu “
Air matanya menetes deras,…mengalir dipipi seorang Jingga.

Love Myspace Comments
MyNiceProfile.com

* Cinta,…
sejatinya cinta menemukan keindahannya,
karena hakikatnya cinta adalah bukti kebesaran DIA Yang Maha Indah.

Advertisements