" Cinta dan BeNci "

Jangan sepelekan wejangan yang menyebutkan bahwa rasa benci dapat berubah menjadi cinta. Karena tampaknya hal itu benar adanya. Sebuah penelitian dapat menjelaskannya.

Rasa benci yang teramat sangat bisanya berubah menjadi rasa cinta. Hal itu sudah sering kita dengar sebelumnya. Tapi tahukah Anda bahwa hal tersebut bisa dibuktikan secara ilmiah.

Emo Myspace Comments
MyNiceSpace.com

Professor Semir Zeki dari Universitas London melakukan penelitian dengan melihat gelombang otak seseorang. Sebanyak 17 orang laki-laki dan perempuan menjadi obyek dalam penelitian tersebut. Mereka diperlihatkan foto-foto orang-orang yang mereka cintai, benci dan yang sifatnya netral.

Saat diteliti lebih jauh, area otak yang bekerja saat seseorang merasa cinta atau benci berdekatan. Gelombang otak saat seseorang merasa benci dan cinta pun hampir sama.

Di area otak yang bekerja saat seseorang merasa benci dan seseorang merasa cinta hanya dibatasi dengan garis tipis. Hanya saja, area yang dimiliki rasa cinta lebih besar.

Jadi hati-hati mengartikan perasaan Anda. Cinta dan benci batasnya tipis!

Advertisements

" Lentera Malam "

Malam ini begitu pekat dan menggelisahkan,
tak ada sesuatu mampu menenangkan.
sahabat jiwaku,
hanya lentera malam !

Ku ambil sejuknya gemericik keikhlasan,
membasuh seraut wajah nan gelisah.
meluruhkan amarah pada segala,…
aku hanya ingin bermanja pada NYA.

akh,…malam ini kecintaanku pada Tuhanku kian menjelma.
sahabat jiwaku,…
biarkanlah aku larut dalam rengkuhan kantuk,
berangan kau menjelma dalam mimpi,
meruntuhkan sgala dogma…

Fantasy Myspace Comments
MyNiceSpace.com