" ReSaH "

Ketika kemarau terasa begitu membakar,
aku disini terbakar panasnya
Peluhku begitu menyiksa,
Tiada kesejukan yg mampu mendinginkan kalbuku
Tidak juga lautan samudra yg membiru,
Atau aliran sungai yg tenang…
Tak ada yg bisa menghadirkan …
tiada jg yg mampu membangkitkan,
Kehampaan bagai ditepian karang,saat terjalnya
Meremukkan sendi2 ku…

* a gift…

Emo Myspace Comments
MyNiceSpace.com

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

53 Comments

  1. Speechless baca puisinya mbak…

    Reply
  2. Horeee…. pertamaxxx….

    Reply
  3. kemarau segera beragantidilanda dinginnya butiran itumleleh peluhku kedalam arisejuk dingin kembali kurasa…

    Reply
  4. musim kemarau emang nggak enak ya, mbak. hihihi. bikin blingsetan karena panas.

    Reply
  5. disinisedang meriuh derasnya hujan…dan aku sangat menikmatinya :)pa kabar Irma, lama tdk berkunjung kesini.

    Reply
  6. Kehampaan bagai ditepian karang,saat terjalnyaMeremukkan sendi2 ku…tanpa melompat, kita sudah tersiksa dengan rasa sendi yang bergetar. Asik sekali, kok bisa ya pilih diksi keren kayak gitu?ckckckckckckkkkangkat topi!!!

    Reply
  7. disini,hujan menderu deras, tapi hati terasa kerontang mb.. 😦

    Reply
  8. masih kemarau disan mbak ya??di sini sdah mulai gerimis..

    Reply
  9. iya, kemaraunya panjang ya.. gerah..eh senja, itu gambar pohon2 yg dibawah bagus banget.. ampe kering kerontang gitu.. lokasinya dimana ya?

    Reply
  10. rasanya resah juga jika lama tidak singgah dan membacamu. apapun itu termasuk resahmu.

    Reply
  11. Sangat terasa keresahannya… Bagus puisinya..

    Reply
  12. Komentari puisiku dong..

    Reply
  13. Senja, berteduhlah dalam kerindangan *pohon* (Pohon – jangan ge er!)yang bernaung di sanubari hatimu – sehingga dedaunan yang gugur mampu mengusir galau di jiwa dan resah dalam kalbu.. *lebayyyyy*;)

    Reply
  14. Resah terkadang menghampiri ,dan gersangnya kemarau seperti menyengat,dan resah itu akan hilang ketika hjan mengguyur…hmm nice poem seperti biasa..

    Reply
  15. Reni judhanto: Resah,… terkadang enggan diurai mba.**:´¯`·­»N@n£imØ«­·´¯`·** : semoga,…dingin yg kucari setelah kemarau panjang…Clara: setuju clara he… meskipun kenyataannya hujan deras mengguyur kotaku.Tisti rabanni: hujan juga dikotaku,…mengapa resah ini karena kemarau ya mba…jadi apanya yg kemarau nih mba hehe…?kbr baik mba,..Irwan bajang: trima ksh mas,tulisanmu jg gak kalah keren…Rin: kalo bgt mari senandungkan puisi resah,karena hujan deras tapi terasa kerontang *_*becce-lawo: sudah deras becce,… kemaraunya hanya ungkapan ^_^Pohonku sepi sendiri : yup,keren ya mas… itu foto aku waktu disuatu tempat tak bernama he,…Ivan kavalera; trima ksh mas, selalu terbuka untuk kau baca…Kika: trima ksh,…iya sobat,aku akan membaca puisimu ^_^Gek: ijinkan aku berteduh di bawah pohonmu gek,… ( pohon ku sepi sendiri bkn ya ? hihi…)karena pohonku tlah mengering yg didahannya tak kutemukan lagi keteduhan…lebaayyy…. *_*

    Reply
  16. ateh75: hujan sudah mengguyur ,… tapi keresahan tetap tinggal.mksh teteh ^_^

    Reply
  17. lama tak berkunjung kesini,….. semoga resah itu segera sirna dan senyuman2 kecil itu biarlah menyambut teman2 disini…. selamat pagi

    Reply
  18. ahmad flamboyant: selamat pagi ahmad ^_^iya,lama tak membaca tulisan dan kmntrmu,smg kabarmu baik saja…

    Reply
  19. ah… kenapa resah itu hadir…bukankah banyak sahabat yang setia menemani dan berkunjung tiap hari?

    Reply
  20. persis banget kek di surabaya, datangnya cepat perginya lama..surabaya bulan oktober belum musim hujan, padahal di kota lain sudah banjir

    Reply
  21. resah bukanlah ketakutan yang menjadikan keburukan, karena di dalamnya bukan juga secuil senyum yang bersemayam,pagi yang cerah..

    Reply
  22. dalem bgt mbak…semoga resah itu segera sirnah…

    Reply
  23. meskipun ndak pernah di anggab, saya akan tetap datang dan datang lagi memberikan satu komentar saya… sapa tau kali ini saya beruntung dapat kunjungan balik

    Reply
  24. puisinya buagus banget Mbakk…. saya paling gak bisa menuliskan rangkaian kata seperti itu

    Reply
  25. sayah mampir…. 😀 bagus puisinya… biosa membuat bulu kuduk merinding… hihihiih….. ikut follow akh….

    Reply
  26. Duh …Ungkapan siakuyang sepi sendiri…mantap puisinya

    Reply
  27. resah dan gerah itu sama sama mebuat luka, tapi…….. tapi jangan kau basahkan dengan rintik rinai hujan yang tumpah dimatamu..dan apakah harus ku tadah dengan tangan ku yang selalu menyisipkan doa doa yang tak terhingga buatku, buatmu mencicipnya dengan pasrah.

    Reply
  28. Sabar ya non…jgn patah semangat…hidup untuk terus maju ke depan

    Reply
  29. hemm…ga bisa komen,,

    Reply
  30. maaf aku balik lagi, sandal aq ketinggalan tadi pagi..hehehe,malam senja..

    Reply
  31. nice,,walaupun aku tak mngerti kta2 yg puitis,hehe,,

    Reply
  32. semoga awan tetap setia berarak untuk sedikit memayungi dari sinarnya yang mulai angkuh… huuff..

    Reply
  33. ^MiRa^Senja…skarang dah pagi nih. Semoga pagi ini cerah hingga senja dan malam tiba.Semoga kau tak resah lagi, karena kau telah menepis resah itu dari raga dan jiwa mu, karena hanya kau yg bisa menepis dan membungkam resah mu! Aku yakin, pagi ini kau tak resah lagi!!*Very nice poem, mba 🙂 ^MiRa^

    Reply
  34. musim kan selalu berganti …bila tiba di batas, kemarau kan hilang, resah kan sirna

    Reply
  35. Aku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada….* puisi indah untuk mu karya sapardi joko damono :Takkan hilang sgala resah,sungguh…. !.nice poem:

    Reply
  36. Jika keresahan…tak membuatmu lebih baik…Kalahkan keresahan itu…tp keresahan juga kenikmatan hidup..*bandit

    Reply
  37. beruntung masih punya resahberuntung masih punya hampaberuntung masih punya sesalberuntung masih punya kasihberuntung masih punya senyum < dll >

    Reply
  38. I can't sleep,…cause I miss my Mom… Hanya kenangan yang tak bisa terenggut meskipun oleh maut,mengenang kisah lama bukan berarti ingin kembali ke masa silam,mengenang cinta…bukan berarti kembali mencintai…rindu bukan berarti kurasakan syahdu,kusibak malam ini dengan temaram rindu,kukikis mimpi sepi dengan bintang nan rupawanmengenang bunda….merindunya,berharap memimpikannya….@nak SenJa___

    Reply
  39. Resah aku teringat cicak yang jatuh ke bahuku.Orang tua bilang itu pertanda buruk.Tapi apa perlu pertanda ?Bukankah nasibku sudah buruk sedari mula.Resah pun sudah tak perlu kini,yang coba ku hadirkan cuma pasrah.Cukuplah tuhan bagiku.Salam kenal ya Mba.

    Reply
  40. something wrong with u?

    Reply
  41. Terlambat tiba, jalanan macet sobat. Mudah-mudahan saat ini resah itu telah sirna.

    Reply
  42. To aLL : makasih sahabat,…keresahan adalah sesuatu yg biasa dalam jiwa,toh hati akan berubah…semoga saja resah ini terhenti tak mencapai esok senja,jika tidak alangkah lelahnya aku ^_^

    Reply
  43. ^MiRa^Aku juga resah, kalau hidup susah.Met malam. Apa kabar mu Senja? Smoga baik2 saja ya :)^MiRa^

    Reply
  44. met malam mira *_*resahku hilang setelah membaca dan dikunjungi oleh mu sahabatku…trima ksh…

    Reply
  45. aku suka banget sama fotonya…

    Reply
  46. @ku sih suka semu-muanya

    Reply
  47. elsa: mksh elsa…anonim: trima ksh ya…

    Reply
  48. terima kasih juga senja

    Reply
  49. Pemilihan Foto Sebagai Visual Imagenya Pas Banget Dengan Thema Puisimu Bu

    Reply
  50. anonim: mksh yaagoez : andai bisa ya memasang foto hasil bidikan mu pak ^_^

    Reply
  51. selamat malam "putri tidur"

    Reply
  52. saat ni jg ku resah…kira2 yg punya puisi marah atau gak ya, bila puisi2nya aku comotin…biz bgs2 sie 🙂

    Reply
  53. kalo resah dan gelisah… sepertinya pasangan sejoli ya…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: