" Kepada Angin "

Dengan malu-malu ku kutip sebuah lagu tentang kisah para pencinta,
Berharap kau memberi seulas senyum nan memerdekakan jiwa-jiwa yg kerap merasa letih dan gundah.

Lalu diam-diam ku bingkai sebuah puisi,
Tentang rindu para gadis remaja…
Tentang para tetua yg mendongeng sebuah hikayat lama.
Lalu kutemui dirimu menyentuh putik bunga,
Meluruhkan dedaun….

Lalu,kau mulai membelai selaksa nestapa.
Memberi penawar ,
Sempat kau gugurkan putik-putik mawar,
Menghadirkan buliran hujan beraroma tanah,
Menghalau mega menjadi pelangi di senja sehabis rinainya.

Kepada angin yang sepoinya terkadang memabukkan,
Kealpaanku tak urung menghadirkan badai,
Kusaksikan kau menghancurkan segala….

Waktu beranjak tua,…
Matahari tlah menarik cahayanya,
Dan angin tetap saja berhembus kemana ingin.
Terkadang menerbangkanku,
Bercumbu dengan langit atau dengan sepoi bisikannya.

Entah sampai kapan sgala bermuara,
menepi atau terhenti,
Karena angin terkadang letih berhembus,
Dan aku lelah berayun…..

Kepada angin,
sesungguhnya kemana kau ingin ???

Fantasy Myspace Comments
MyNiceSpace.com

Advertisements