" Bunda, aku bertanya… "

Bunda,…
Mengapa wajahmu sendu
jejak air mata membayang pilu,
kesedihan jelas terlukis disorot mata sepimu.

Bunda,…
Mengapa ayah pergi bergegas ?
dia tampak berkemas
dan bunda tak mencegah,
membiarkan segala lepas…

Bunda,…
Aku dan adik membuatmu lemah ?
mengapa diam bunda,…
ucapkan apa saja,
jika ayah tak kembali,
apakah kau juga akan pergi ????

Pride Myspace Comments
MyNiceSpace.com

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

23 Comments

  1. Kok sedih begini mbak puisinya..?Bunga mawarnya bagus sekali..memang nya ada ya Blue Rose?? Salam..

    Reply
  2. puisinya sedih banget, mbak.simple tapi ngena

    Reply
  3. waow, kereennn..sedih banget pusinya, sungguh..tapi aku suka, nice poem..

    Reply
  4. 'kangen' note2 bunda di fb:

    Reply
  5. puisi yang mellow buat bunda…apa kabar mbak????

    Reply
  6. selalu…bait-baitnya membawa arti mendalam dalam sebuah kesederhaan..

    Reply
  7. wah jadi inget bundaku,…tapi knapa kepalaku pusing malem ini

    Reply
  8. Bunda, Mengapa bunda bersedih? apakah karna ayah pergi dan tak kembali lg?Kalau karna itu, mengapa bunda tak mencegah dan tak membiarkan sgala lepas?Jika ayah kembali, apakah bunda tdk bersedih lagi?Atau bunda bersedih karena aku dan adik yg membuatmu lemah? Maafkan aku dan adik bunda.Jika ayah kembali, aku berharap bunda tdk bersedih lagiJika ayah tak kembali, aku berharap bunda tdk pergi tinggalkan kami. Jawab dong bunda, mengapa bunda diam saja?*Sedih banget puisi nya mbak:

    Reply
  9. sedih banget rasanya ketika dua hati yang dulu menyatu kini bagaikan musuh dalam selimut…

    Reply
  10. Hello Irma… good, always good but I never heard u again… Boy

    Reply
  11. ada apa dengan bapak dan ibunya mbak?ada masalah kah?

    Reply
  12. -Gek- : bunga mawar ungu/blue rose…? ada gak ya ? ^_^mksh kmntnya..Clara: thanks mba…Pohonku sepi sendiri: biasa aja mas,tapi mksh ya ^_^Anonim: hehe,… ^_*Yunna: kabar baik yunna,apa kbr film nya ??becce_lawo : mksh apresiasinya..neoriz; kangen bundamu ? telpon dong…sakit kepalanya pasti ilangAnonim : pertanyaannya byk bgt sobat anonim…jd bingung jwbnya ! mksh kmntnya ya ^_* hehe…cahyadi : hanya sebuah puisi mas,…mencoba menulis sesuatu yg byk menjadi realita. salah satunya kecemasan anak2 yg ortunya tdk harmonis…

    Reply
  13. armand : mksh boy,…yup kamu bisa membaca tulisanku disini !thanks komentrnya boy…jimox : gak ada apa2 kok ^_^hehe…just a note.

    Reply
  14. kasihnya sepanjang jalan…

    Reply
  15. Mba…….Puisimu Membuatku Merinding

    Reply
  16. HALLOW MBAK SALAM KENAL YAH…PUSINYA BAGUS SEKALI, ANDA SANGAT BERBAKAT MBAK…..

    Reply
  17. sedikit komen aja"bunda, aku ingin pulang"hiks..hiks..

    Reply
  18. ivan kavalera: yup,kasih bunda sepanjang masa….Agus sarwono,tile : merinding ? takut ya ? hehe…mksh ya…Pelangi anak: salam kenal jg mba ^_^terima ksh y mba…Yanuar rastafara: pulang dong yanuar,….

    Reply
  19. "Kesadaran Diri " Setelah sekian lama hidup ini kujalani Setelah banyak nafsu dunia kuturuti Setelah banya permasalahan kuhadapi Hingga tiba disuatu keadaan aku harus merenung diri Masa lalu telah kutinggalkan Masa lalu tak dapat kurubah Namun kau masih punya harapan,merubah masa depan Sekarang,saatnya merubah masa depan yang kau inginkan Walau dengan berpuluh tahun aku sampai ke titik kesadaran Walau masa laluku banyak tidak menguntungkan Namun syukur selalu ku sembahkan Karena masa lalu itulah yang mengatarkanku ketitik kesadaran Kuamati alam sekitarku dengan rasa syukur Kucermati sekujur tubuhku dengan sayang Kunikmati setiap tarikan nafasku dengan kasih Kurasakan denyut jantungku dengan cinta Lalu kutemukan ujudku telah dihadapanku Lalu ku sapa, siapakah kamu,aku adalah dirimu Cintailah dirimu, lepaskanlah dari belenggu nafsu dunia Rahasia kunci kesempurnaan ada didalam jiwa Izinkanlah aku masuk kedalam bawah sadarmu Ingin kutelusuri setiap riung sel dalam dirimu Ingin ku bersihkan setiap noda yang menyeliputimu Ku ingin kesempurnaan terpancar dari dirimu Walau seberkas senyum yang dapat ku tebarkan Walau sepatah kata indah yang dapat menyejukkan Walau setitik karya dapat kau persembahkan Walau dengan tulisan yang dapat kusampaikan Apakah ini kesadara diri yang kurasakan Apakah ini jalan mengisi umur yang tersisakan Apakah yang kusampaikan telah mengusik perasaan Biarlah aku sedang mencari jalan kesempurnaan

    Reply
  20. idem kayak yang di atas..puisinya baggusss….:)salam kenal…:)btw, judul blog kita hampir mirip..hihi…^^

    Reply
  21. Prabu : membaca tulisanmu aku speechless… mencoba meng klik namamu dan tak bisa,profilemu tak terlihat.siapa gerangan ? yg menuliskan syair dgn indah…trima kasih,untuk komentr indah yg begitu panjang namun tak membuatku bosan membacanya.Fayza hiqmah : salam kenal jg mba,trima ksh sudah memberi kmntr ya…tunggu aku d rumahmu y mba hehe….

    Reply
  22. Puisinya sedih banget…, aku abca sembil membayangkan ekspresi seorang anak yang menanyakan hal itu pada bundanya…Hikss….. *berkaca-kaca*

    Reply
  23. reni: iya mba,saat menulis puisi ini aku membayangkan seorang anak kecil yg sedih melihat bunda dan ayahnya dalam konflik dan akhirnya ayahnya pergi.si kecil takut,…sang bunda pun akan pergi meninggalkannya jg.*_*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: