Terapi Impian

Dulu ketika aku pertama kali diberitahu bahwa penyakit mematikan telah bersarang ditubuhku,kehidupanku seolah berhenti.
Kehidupanku terhenti sewaktu aku mencoba membayangkan bagaimana orang-orang mengatur melanjutkan kehidupannya dengan ancaman kiamat yg telah mengintai diatas kepala mereka.
Semua hal dalam kehidupanku saat itu terasa berat,pada saat itu ketegaran dan keyakinan hidupku menjadi lumpuh.

Titik balik itu datang,saat aku memutuskan untuk menentukan tujuan dan keegoisanku terkadang aku perlukan termasuk saat sulit itu.
Egoku berkata,kanker sialan itu tidak boleh mengalahkanku begitu saja…!
Dia tidak boleh menang,seandainay aku kalah pun aku harus berjuang sampai akhir.
Lalu aku memutuskan untuk menetapkan tujuan dan menggunakan terapi impian,aku lakukan apa yg ingin kulakukan,selesaikan,melakukan hal-hal yg selama ini tertunda sampai kanker itu hadir.Melakukan hal-hal yg ingin kulakukan,menjalankan semua keinginan dan cita-cita,mencoba mewujudkan semua yg ingin aku wujudkan.
Kanker sangat menakjubkan,bagaimana kanker memberi kutukan kematian tapi sebenarnya memberikan kehidupan yg lebih berharga dalam kehidupan yang nyata bagi ku.

Aku melalui kehidupan yang sangat membahagiakan,seolah aku akan mati besok.Kulakukan hal-hal indah…aku menyebutnya membingkai kenangan,merajut kenangan.
Setelah masa perawatan di rumah sakit berakhir,aku kembali ke rumah dengan segudang energi baru.Tubuhku mungkin tak sama lagi tapi jiwaku masih sama,bahkan jiwaku lebih berirama.Kunikmati setiap detik nafasku berhembus,aku bangun pagi dengan bersyukur aku masih bisa hidup…itu yg kulakukan.
Udara yg biasa menjadi lebih berwarna,aku memandang langit dan kehidupan dengan energi yg lebih positif,aku cintai semua hal….kuikhlaskan segala yg terjadi,meski vonis ditetapkan,aku tetap menggantungkan impian dilangit yg luas.
Aku menjalani khemotherapiku dengan bahagia,kunikmati rasa sakit dan segala proses medis dengan tetap bertawakal.

Aku pasien termuda,dan termanis (hihihi,kata suster) dan terlama yg menginap diruangan itu,tentu saja termanis karena teman sekamarku saat itu seorang nenek. Teman sekamarku datang silih berganti…aku merasakan kejenuhan karena terlalu lama menginap di Rs,kesepian dan bosan.Tapi aku harus menikmati setiap hal yg kulewati siapa tahu ini rawat inapku yg terakhir,aku sembuh atau aku tak tertolong,maka kujadikan warna semua yg ada disekelilingku. Aku bersahabat dengan semua org disana,suster,pengantar makanan,cleaning service yg setiap hari membersihkan kamarku,satpam,petugas lab,semuanya….termasuk para dokter.

Setiap saat kumasuki kedalaman hatiku,ku redakan rasa takutku,kesendirian,saat semua org lelah menemani pengobatanku,aku berkawan dengan diriku sendiri.
Kubuang impian,ingin jd pengusaha,ingin jadi psikolog,kugantikan impian ku hanya untuk sembuh. Untuk siapa? tentu saja untuk diriku sendiri dan untuk orang-orang yg menginginkan aku tetap hidup,orang tua dan keluargaku.
Aku hidupkan impian yg lumpuh karena vonis itu,aku pernah menceritakan proses yg kulewati saat berjuang melawan kanker.Kini aku ingin berbagi perjuangan jiwaku melawan ketakutan dan keterpurukan karena penyakit itu.
Kesakitan dan perubahan fisik tentu saja berpengaruh bagi jiwa sipasien,jika jiwaku kalah bagaimana mungkin fisikku bisa melawan penyakit itu.

Aku bersyukur,takdir ini tidak membuatku marah dan menyalahkan Tuhan….
aku tetap bertawakal,semakin mencintaiNya,sellau bergantung padaNya,dalam setiap kesakitan dan kelegaan aku menyebutNya…Allah SWT.
Doa…itu yang menghidupkan jiwaku,doa semua org yang mendoakan kesembuhanku,orang tua,kaka,adik,keluargaku….semuanya.
Menghidupkan impian dan berserah kepada Allah disaat sakit adalah terapi bagi jiwamu.
Jiwa dan semangat yang tak menyerah membantu tubuhmu melawan keganasan penyakit yg mencoba menghancurkan pertahananmu.

Proses memimpikan impian dan menetapkan harapan membuat aku terus bergerak maju dengan kekuatan bertahan yg lebih besar menuju masa depanku. Ada sesuatu yg memberi hidup tentang itu,suatu regenerasi semangat terjadi didalam.Aku sembuh tentu saja kuasa Allah,tapi semangat dan impianku untuk sembuh dan bertahan adalah obat berharga selain perawatan medis tentunya.Pengobatan termahal sekalipun tidak akan ada gunanya jika semangatmu patah.

Bagaimana dengan kamu ? apa impianmu,genapilah impianmu,jangan tunda hingga suatu hari….mungkin saja kita tidak punya kesempatan disuatu hari nanti.

Advertisements