Prepare to Endoskopi

Dua hari menjelang endoskopi,sedikitpun seharusnya aku tidak perlu takut.
Ini bukan yang pertama untukku,sudah beberapa kali…tapi tetap saja aku merasa sedikit takut.
Bukan prosesnya yang aku takutkan…tapi hasilnya,aku takut…selalu takut !
Endoskopi adalah pemeriksaan tubuh bagian dalam dengan alat yang dimasukan ke dalam tubuh kita.Endoskopi terbagi dua macam,jika memeriksa bagian dalam tubuh bagian atas seperti lambung dinamakan gastroskopi.prosesnya memasukan selang ke dalam lambung lewat mulut.
sedangkan endoskopi yang akan dan beberapa kali aku lakukan adalah melihat usus besar jadi di namakan kolonoskopi.

Kolonoskopi memerlukan dua hari persiapan,hari pertama aku cuma diperbolehkan makan bubur kecap atau roti tawar tanpa apapun dan minum air putih atau teh.
jam 06:00 sore minum garam inggris yang pertama ( gunanya garam inggris untuk menguras isi perut kita supaya benar2 bersih jadi kamera bisa melihat usus kita dengan jelas )
jam 22:00 malam berhenti makan sama sekali
jam 08:00 pagi minum garam inggris yang ke dua
jam 11:00 siang garam inggris yang ke tiga
jam 01:00 siang dulcolax sup
sedangkan tindakan nya jam 3 sore,selama itu kita tidak boleh makan apapun tapi kita akan sibuk bolak-balik ke kamar mandi. sampai benar2 gak ada yang bisa kita keluarkan alias benar2 bersih…

Terbayangkan gimana tidak nyamannya proses persiapannya,belum lagi garam inggris yang luar biasa pahit.
Proses kolonoskopi sangat tidak nyaman,prosesnya tidak bisa ditentukan berapa lama karena ada yg cuma 10 menit tapi ada juga yg sampai dua jam.
Alat seperti selang air diujungnya terdapat kamera untuk melihat isi perut kita dan kita bisa melihat lewat monitor. alat masuk lewat anus,sedangkan kendali di tangan dokter berupa remote yang akan mengatur selang yang masuk ke dalam tubuh kita.
Si pasien sendiri tentu saja bisa melihat langsung ke monitor,itu yang terkadang membuatku ngeri….apa yang ada di sana ? masih adakah penyakit mengerikan itu ?

Aku hanya berharap Allah memberikan kekuatan seperti yang slama ini Dia berikan padaku,di saat – saat sulitku dulu,saat aku berjuang dan bertahan melawan kanker usus yang terkenal dengan keganasannya.
Aku yakin aku bisa bertahan…!
aku yakin semuanya bisa aku lewati…hidup adalah perjuangan !
aku akan berjuang untuk tetap bisa melihat kedua cahaya mataku,agar tetap melihat mereka hingga kelak mereka dewasa,amien.

Advertisements