Wanita itu telah pergi…..!!!

Inalilahiwainna illahi rojiun….
terimalah dia ya Allah…tempatkan dia di sisi Mu,terima amal ibadahnya dan ampuni dosa2nya,amien.

Akhirnya…dia pergi,entah mengapa sebelumnya saat aku menjengukny satu bulan yang lalu.Aku merasa dia gak akan bertahan…saat menatap lelah diwajahnya yang menahan sakit karena kanker payudara bersarang dalam tubuh kurusnya,yang terbayang dalam pikiranku adalan sebuah nisan yang sepi. Aku pernah bercerita dalam blogku tentang wanita yg tinggal disebelah rumah mertuaku ( diblog ini ” aku belajar…” pd bulan oktober)
Bukan berharap yang terburuk untuknya tapi entahlah,melihat semangatnya yang hampir hilang aku merasa dia sudah tidak sanggup bertahan.

Sekali lagi…engkau menyadarkanku untuk bersyukur kepadaMu, aku ingat dulu dalam perjalananku melawan penyakit spesial ini aku tidak sendiri. Ada sahabat mamaku yang juga menderita kanker,kaka dari saudara iparku yang sakit kanker rahim,saudara jauh yg juga sakit dan seorang wanita tua yang pernah aku kunjungi dan membekas dalam memoryku. Kini…mereka semua telah pergi menghadap Mu,meninggalkan kekhawatiran,rasa sakit,penderitaan,rasa takut,menuju ketenangan dan keabadian.

Aku ingat ucapan papaku satu minggu yg lalu,mengapa kamu masih lalai padahal Tuhan sudah menyembuhkan kamu…aku ingat ucapan dokterku saat aku dinyatakan hamil sean,satu bulan setelah aku selesai khemotherapi…bersyukurlah,biasanya orang yang sudah dikemo tidak akan bisa punya anak lg,akan sulit.
Terima kasih karena kini aku masih disini,masih bisa memandang wajah-wajah orang yang aku kasihi….masih bisa menatap langit senja,satu waktu yang slalu jadi moment yang paling aku suka. Ibu tua yang baru saja pergi….masih terbayang wajahmu dalam benakku,istirahatlah dalam damai,aku yakin kini engkau tidak dalam kesakitan lagi.

Advertisements

Aku tak bisa bernafas,,,


Menulis,baca…itu adalah warna dari hidupku ! apa lg yg bisa kulakukan selain itu…
aku mengenal diary sejak aku SD,kedua orang tuaku bekerja mereka sibuk dengan tugas-tugasnya jadilah aku produk pembantu.
Menulis jadi tempat ku untuk bercerita dan mengadu….

Kini,aku masih aku yang sama…menulis adalah tempatku untuk berkomunikasi dengan hatiku mungkin juga tempat ku untuk protes padamu,
untuk mengeluh,,,keluhan yg tidak berani aku sampaikan padamu hanya berani aku tulis. Dan kau juga membatasi inspirasi dan imajinasiku ???
kau terlihat seperti badan sensor yang sibuk mengutak-atik apa yang aku tulis.

Kau tahu,,,?
Kini aku hampir tak bisa bernafas…

Benarkah jarak antara Cinta dan Benci itu tipis,,,???

Jangan sepelekan wejangan yang menyebutkan bahwa rasa benci dapat berubah menjadi cinta. Karena tampaknya hal itu benar adanya. Sebuah penelitian dapat menjelaskannya.

Rasa benci yang teramat sangat bisanya berubah menjadi rasa cinta. Hal itu sudah sering kita dengar sebelumnya. Tapi tahukah Anda bahwa hal tersebut bisa dibuktikan secara ilmiah.

Professor Semir Zeki dari Universitas London melakukan penelitian dengan melihat gelombang otak seseorang. Sebanyak 17 orang laki-laki dan perempuan menjadi obyek dalam penelitian tersebut. Mereka diperlihatkan foto-foto orang-orang yang mereka cintai, benci dan yang sifatnya netral.

Saat diteliti lebih jauh, area otak yang bekerja saat seseorang merasa cinta atau benci berdekatan. Gelombang otak saat seseorang merasa benci dan cinta pun hampir sama.

Di area otak yang bekerja saat seseorang merasa benci dan seseorang merasa cinta hanya dibatasi dengan garis tipis. Hanya saja, area yang dimiliki rasa cinta lebih besar.

Jadi hati-hati mengartikan perasaan Anda. Cinta dan benci batasnya tipis!