Hitam putih ku…


Apa yg kau rasakan,apa yang bergejolak dihatimu…?
masihkah ada yg pantas membuat kau tersenyum lagi,setelah ini…setelah kejujuran dan kata-katanya…
Setelah apa yang kau lakukan,setelah pengorbanan…setelah sekian waktu berjalan dan kau hanya mendapatkan kalimat ini ?!!

” aku mencintaimu sekaligus membencimu…”

Hufh…
ini hukuman,
atau vonis mati yang tlah diberikan…?

Tak ada yg bisa menggambarkan warna hati saat ini,
tak dapat tersenyum,tertawa,bahkan tak mampu untuk meneteskan air mata.
Mungkinkah,,,semua ini awal dari kisah lain yang baru dimulai.

Warnaku…
perlahan memudar,membias di langit senja yang kucintai !
aku tertidur dalam sepi…berharap ku tak akan bangun lagi…

Advertisements

Kehidupan dan harapan

Harga kehidupan seseorang itu ditentukan oleh kemampuannya menikmati setiap saat dari kehidupannya.

Lihatlah langit dengan kekokohan fisiknya,gemerlap bintang-bintangnya,keindahan sinar mataharinya,kedahsyatan tata suryanya,keteduhan cahaya rembulannya,keelokan angkasa dan kecantikan pelanginya.

Aku tidak percaya bila orang yang berakal bisa kehilangan keceriaan,atau orang yang beriman bisa berputus asa dan kehilangan harapan.Seseorang memang tidak mungkin menyandarkan kebahagiaannya kepada selain dirinya sendiri,kita bisa menikmati kebahagiaan itu dari berbagai pengalaman dan perjalanan hidup kita,dan karena ada Dia yang slalu memberikan petunjuk.

Rasakan dan nikmati apa yang ada,sgala sesuatu pasti ada ujungnya sampai kapan pun juga,sebagaimana mereka ada pangkalnya.
Berbahagialah dengan apa yang engkau peroleh,terimalah dengan senang hati sgala pemberianNya dan abaikan mimpi-mimpi yang tidak sesuai dgn kemampuanmu.
Aku belajar menerima saat dokter memvonisku dengan kanker saat usiaku baru 22 thn,dokter blg penyakit ini byk menimpa org di atas usia 40 thn tp aku mengalaminya,bayangkan bagaimana buruknya kondisi tubuhku. Aku tidak merokok,tidak pernah menyentuh minuman keras apalagi drugs.Tapi,Tuhan memberiku ujian dengan penyakit yang mengerikan ini,yang keganasannya hampir merenggut nyawaku.Tapi aku introspeksi diri,aku tidak menyalahkan faktor genetik atau pun takdir.mungkin karena aku suka fastfood,junkfood,dan tidak suka olah raga ?? lalu apa yg hrs kulakukan karena sel ini sudah bersarang dalam tubuhku selain berjuang dan berjuang untuk sembuh dan bertahan.
Aku kehilangan kesempatan meraih impianku untuk belajar,cita-citaku menjadi wanita bekerja yg mandiri pun menguap seperti awan.

Kita tidak akan pernah bisa mengubah masa lalu dan melukis masa depan sesuai dengan keinginan kita.Jadi mengapa harus membunuh diri sendiri dengan bersedih atas sesuatu yang tidak mungkin kita ubah ?
Bila harapan menjadi kenyataan,itulah sebaik-baik harapan.Pun,bila tidak menjadi kenyataan,kita tetap bisa hidup senang dengan ‘harapan’.

Hakikat Cinta


Mencoba mengeluarkan apa yang ada dalam pikiranku,belajar dari apa yang ku dengar,aku lihat ,kubaca dan kurasakan.

Cinta adalah bagian dari fitrah,orang yang kehilangan cinta dia tidak normal. Tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta.
Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Hikam :

” Dijadikan indah pada pandangan manusia,kecintaan pada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita,anak-anak,harta yang banyak dari jenis emas,perak,kuda pilihan,binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik ” (Al-quran:Al-imron ayat 14 )

” Cintamu kepada sesuatu menjadikanmu buta dan tuli ” (HR>Abu dawud dan Ahmad )

Cinta memang sudah ada pada diri kita,diantaranya terhadap lawan jenis.Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.
Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah…

Hari ini…

Hufh….!!!

Hari ini nilai ulangan kaka,membuat ku marah…
kerjaan mpok membuatku kesal,sean membuatku trus menahan diri untuk tidak berteriak…aku trus beristigfar !
ya Tuhan…apa yang terjadi dengan suasana hatiku hari ini ?

Apapun,,,
meski hidup tak slalu mudah dan indah
aku tetap bersyukur,hidup adalah pelajaran dan ujian !
Tak slalu aku lulus dalam ujian dan cobaan ini,tapi menjalani sebaik yang aku bisa,
itu yang akan aku lakukan….!!!

hujan di penghujung tahun….


Desember,,,

Desember yang basah saat perlahan namun pasti hadir dan mengusik hari-hari,mengganggu ketenangan tidur dan kedamaian jiwaku.
Adakah yang lebih membahayakan dari seseorang yang seperti hantu menyelinap dan diam-diam menghancurkan ketenangan hatimu ?
yang dengan segala cara mengusik dan menggoyahkan pertahananmu.

Mungkinkah dia menamakan cinta dari keegoisan yang dia tawarkan ?
dan haruskah perasaan yang berdiri diatas rasa sakit dan kesedihan orang lain kita perturutkan ?
mengapa masih bertanya tentang cinta dan kasih sayang yang terus kau ungkapkan tapi bagai bayangan semu yang tak kan punya harapan dan masa depan.
Aku mungkin bagai lukisan bagimu…indah seperti yang slalu kau katakan,tapi tak akan mungkin kau raih atau kau rengkuh.

Jangan bertanya tentang apa yang tersimpan dalam hatiku.
Jangan bertanya mengapa aku terdiam…karena andai pun senandung terdengar lirih,jikapun rindu mengalun sendu…
aku akan tetap bertahan,menjauh dan pergi sejauh mungkin dari rasa yang kau tawarkan.
aku akan lari sejauh mungkin dari cinta yang akhirnya membawa air mata,dari rindu yang berdiri diatas hati lain yang patah.dari mimpi yang berdiri diatas pondasi kaca…

bertanyalah pada bintang yang berkelip dikejauhan,tanyakan pada hujan dibulan desember ini…yakinkan hatimu ini bukan cinta,yakinkan jiwamu,,,cinta tidak akan membawa air mata.
Tersenyumlah saat mengingatku…lalu biarkan smua hilang !

* seperti lagu yang kau kirimkan,seperti hujan yang turun di penghujung desember.
indah,menyejukan,,,tapi segera tergantikan.