Karya buah hatiku ‘ tazkia’

IBU

Ibu engkau yang melahirkanku
engkau yang telah merawatku dari aku bayi
sampai saat ini.
Engkau adalah orang yang sangat aku cintai,
aku sangat bangga kepadamu.

Aku sangat sayang padamu Ibu…
terima kasih engkau telah membimbingku hingga kini.

Terima kasih Ibu…

* Bagiku tidak ada puisi atau karya tulis seindah puisi yang diciptakan dan ditulis oleh anakku,tazkia Mutiara senja….
dia bilang,masukin dong puisi buatanku ke blog ibu
Terima kasih sayang,,,puisinya indah dan ibu suka sekali.

Advertisements

Speecchless !!!!

Itu yang aku lakukan setelah membaca majalah hari ini,ada rubrik tentang kanker payudara dan curahan hati mereka yang bertahan hidup meski tanpa payudara.

Payudara adalah simbol perempuan di segala jaman,alangkah berat,sakit,pedih,dan putus asa bila harus diangkat karena belitan kanker.
Aku membayangkan alangkah beratnya…alangkah tidak adilnya hidup dan betapa aku turut bangga karena ternyata tidak sedikit wanita yang tetap survive dan tetap bersemangat menjalani hidup walaupun tanpa payudara,tentu saja setelah perjuangan dan pergulatan batin mereka yang hancur ke titik nol karena kanker yang merupakan penyakit nomor dua yang paling mematikan di Indonesia.

Sekali lagi membaca tulisan itu aku kembali bersyukur,…ternyata masih banyak orang2 diluar sana yang mengalami penderitaan lebih berat.
Tahun 2002,saat aku baru saja merayakan ultah ku yang ke 22 thn…dokter menyatakan aku kena kanker kolon/usus sta 2B ….
Kini 6 ttahun setelah perjuangan yang tidak mudah dan menyakitkan,Tuhan masih mengijinkan ku untuk melihat senyum kedua buah hatiku.

Aku tidak akan pernah lupa,dan aku pun tidak ingin melupakannya !
Pengalaman itu yang mengingatkanku tentang makna bersyukur dan berserah diri pada yang Maha Kuasa.